kampung Dadapsari Sangkrah Solo merupakan perkampungan yang padat penduduk. Pemandangan yang kita dapat ketika semakin masuk ke dalam kampung Dadapsari Sangkrah Solo adalah rumah rumah yang saling berhimpitan tanpa halaman, lorong lorong jalanan kampung yang sempit, kusam dan kotor.

Dari situlah maka timbul ide untuk melukis tembok tembok dengan lukisan mural. Persiapan awal adalah membersihkan tembok dari lumut yang menempel, menambal tembok tembok yang rusak dan mengecatnya dengan warna putih. Semuanya dilakukan secara swadaya oleh remaja kampung Sangkrah Solo. Setelah tembok tembok sudah di bersihkan, menambal tembok tembok yang rusak dan mengecatnya dengan warga putih, maka proses selanjutnya adalah menggambar tembok dengan lukisan mural dengan tema tema anak anak.

Pada proses penggarapan lukisan mural ini kami di bantu oleh teman teman komunitas seni Tugitu Unite dan beberapa teman yang secara individu membantu proses penggarapan. untuk cat tembok sebagian kami mendapat bantuan dari pabrik cat Sun Flower dengan memberikan cat reject kepada kami. Beberapa cat reject yang kami terima tersebut ada yang bisa kami gunakan ada yang tidak. untuk warna warna tertentu kami membelinya sendiri. Untuk pembeli cat dan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan kami mendapat bantuan secara personal dari teman kami di Austria.

proses penggarapan awal lukisan mural sepanjang 300 meter ini akan kami kembangkan pada bulan februari 2016 dengan bekerja sama dengan Instute Seni Indonesia (ISI) Solo. Rencana kami akan melukis seluruh kampung Dadapsari Sangkrah Solo dengan lukisan mural.

Previous post

Workshop Photografi Jurnalisme

Next post

Pelatihan Batik (Nyanting)

admin-web