Rumah baca “Teratai” yang berlokasi di kampung Dadapsari RW.III Kel.Sangkrah Kec.Pasar Kliwon kota Surakarta masih berusia sangat muda sekali, diresmikan tanggal 17 Januari 2014 oleh Bapak Camat Pasar Kliwon mewakili Bapak Walikota kota Surakarta yang berhalangan hadir. Pada saat ini rumah baca teratai memiliki koleksi buku lebih dari 800 buku, 25 alat peraga edukasi untuk usia dibawah lima tahun dan koneksi internet telkom speedy sebagai penunjang kegiatan dan kemudahan di dalam mengakses informasi serta membangun jaringan dengan beberapa komunitas dalam rangka saling berbagi ilmu pengetahuan. Jumlah keanggotaan yang terdaftar di rumah baca teratai sebanyak 283 orang. Rumah baca teratai dikelola oleh Karang Taruna RW.III kelurahan Sangkrah kecamatan Pasar Kliwon kota Surakarta.

Rumah baca teratai ini berdiri atas prakarsa, swadaya masyarakat khususnya Karang Taruna RW.III kelurahan Sangkrah kecamatan Pasar Kliwon kota Surakarta, dan beberapa mendapat bantuan dari beberapa teman di luar kampung Dadapsari. Kecilnya tempat sebagai rumah baca dengan luas 2,5×1,5 meter menjadi kendala utama di dalam berkegiatan. Meskipun memiliki tempat yang tidak begitu luas, rumah baca memiliki banyak kegiatan sosial kemasyarakatan, pemberdayaan, kesenian budaya, bahasa, sastra, dan lain lain. Kegiatan kegiatan yang dilaksanakan oleh rumah baca bersifat rutin, terbuka untuk umum dan gratis untuk masyarakat. Kegiatan kegiatan ini untuk memberikan ruang berkreasi masyarakat khususnya anak muda dalam berkegiatan positip.

Pada saat ini beberapa komunitas masyarakat diluar kampung Dadapsari sudah melakukan studi banding dengan tujuan mereka akan mendirikan semacam rumah baca dan kegiatan kegiatan pemberdayaan di kampungnya. Untuk saat ini yang sedang studi banding di tempat kami dari kampung Joho, Sampangan, Jaten, Mojolaban dan dari Sragen. Untuk daerah di Sragen saat ini mereka sudah mendirikan rumah baca dan sedang berproses untuk melakukan kegiatan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

MAKSUD DAN TUJUAN
1. Memberdayakan masyarakat di dalam pembangunan daerah melalui organisasi kepemudaan Karang Taruna.
2. Menuju masyarakat yang cerdas, terampil, berwawasan, dan berkarakter kebangsaan di dalam pembangunan daerah dan bangsa.
3. Memberantas kemiskinan dan kebodohan khususnya bagi kaum pinggiran perkotaan melalui rumah baca.
4. Membentuk masyarakat yang mandiri dan berdaya guna bagi dirinya sendiri, lingkungan, masyarakat dan negara.