Pelatihan resin ini adalah salah satu program pemberdayaan masyarakat yang di buat oleh Rumah Baca “Teratai” kampung Sangkrah. Memberikan keahlian ketrampilan kepada masyarakat khususnya kepada usia remaja. Pelatihan resin ini adalah seni membuat bentuk dari bahan fiberglass atau plastik. Apapun yang memiliki bentuk bisa di buat dengan menggunakan resin seperti cover kendaraan motor atau mobil, souvenir, frame photo, asbag, dan masih banyak lagi yang bisa dibuat dengan menggunakan bahan dasar fiberglass.

Program pemberdayaan ini terdiri dari pelatihan keahlian yang pada akhirnya akan di dorong untuk membuka usaha. Tujuan akhir yang hendak di capai adalah kemandirian, baik secara individu maupun secara kelompok.

rumah-baca-sangkrah-pelatihan-resin-instruktur

Volunteer instruktur pelatihan resin ini adalah Mas Untung Malayanto, Mas Imam Mujono dan Mas Muhammad Adi, merupakan pelaku usaha resin ini lebih dari lima belas tahun. Mas Untung di sini menceritakan semua suka duka di dalam meniti usaha di bidang resin atau fiberglass. Mas Untung dengan sukarela membagikan ilmu yang dia miliki kepada anak anak Rumah Baca “Teratai”  kampung Sangkrah Solo. Meskipun ilmu seni cetak resin atau fiberglass yang dia miliki hasil dari belajar otodidak namun cukup mahal biaya yang harus dikeluarkan, karna pernah pada suatu ketika dia melakukan riset menghabiskan puluhan juta rupiah, mengalami banyak kegagalan di dalam uji coba, dan masih banyak cerita  lain yang dia ceritakan kepada kami.

Meskipun mas Untung di sini memberikan ilmunya secara sukarela kepada anak anak rumah baca, tetapi kami harus menyediakan bahan baku yang diperlukan untuk pelatihan ini. Bahan bahan kimia untuk pembuatan fiberglass ini ada tiga belas macam yang nilainya jutaan rupiah. Dana yang kami gunakan untuk membeli bahan baku pelatihan ini melalui mengadaikan surat berharga kendaraan dari salah satu pengurus rumah baca. Inilah pergerakan kami di dalam mencapai tujuan kemandirian, terkadang membutuhkan sebuah pengorbanan yang harus kami lakukan di dalam melaksanakan sebuah suatu rencana. Dengan segala keterbatasan dan kekurangan kami tidak menjadikan itu semua adalah halangan untuk memajukan masyarakat agar terberdayakan dengan sebuah keahlian yang mereka peroleh dari sebuah rencana ini. Ada kerangka besar yang harus kami laksanakan melalui program program kecil seperti ini. Kami berharap agar apa yang kami laksanakan ini menjadi tumbuh kembang dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu kendala yang hingga kini belum teratasi ketika kami harus menjalankan program kegiatan kita adalah tidak tersedianya lokasi pelaksanaan program kegiatan yang Rumah Baca “Teratai”. Kampung Dadapsari Sangkrah adalah pemukiman yang sangat padat, rumah rumah berhimpitan sehingga tidak ada ruang atau tempat terbuka untuk publik. Tidak tersedianya ruang publik ini yang terkadang juga membuat kami membatalkan atau menunda program program kegiatan yang telah kami buat untuk dilaksanakan. Satu satunya ruang publik yang bisa kami gunakan adalah badan jalan kampung dan ini tentunya akan menggangu aktivitas sehari hari warga kampung jika kami terlalu sering menggunakan badan jalan untuk melaksanakan program kegiatan. Dan bagi kami tentu juga kurang bijak jika di dalam melaksanakan program seperti pelatihan menggunakan badan jalan kampung yang aktivitasnya tinggi, karna tentu akan mengurangi konsentrasi peserta dan bagi pemberi materi juga tidak akan maksimal memberikan materi pelatihan.

rumah-baca-sangkrah-pelatihan-resin-thumb

Seperti terlihat gambar di atas, pelatihan resin untuk pertama kali ini kami laksanakan di sisi jalan kampung depan rumah baca. Mas Untung, instruktur volunteer kami terkadang harus berteriak untuk menerangkan suatu hal ketika ada kendaraan atau warga yang melintas. Tentu ini juga mengurangi konsentrasi peserta pelatihan. Semoga kendala terbesar kami ini dapat kami pecahkan di masa masa yang akan datang sehingga warga yang ikut program pelatihan yang dilaksanakan oleh rumah baca dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh instruktur volunteer rumah baca dengan maksimal.

Semoga Tuhan menyertai kita semua.

Previous post

Peralatan Musik Akustik

Next post

Penyuluhan HIV/AIDS

admin-web