Pelaihan musik vokal ini sebenarnya adalah permintaan langsung dari anak anak kampung Sangkrah Solo untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar. Hal ini kami utarakan kepada Mas Danang Sugeng Nugroho untuk melatih anak anak di bidang musik khususnya seni tarik suara atau vokal.

Keinginan ini di sambut dengan baik oleh mas Danang Sugeng Nugroho dan bersedia untuk melatih anak anak menyanyi. Tidak hanya menyanyi kami juga membahas konsep dari program ini dan output nya nanti apa. Beberapa output yang coba kami realisasikan antara lain :

– Membuat pertunjukan gratis di tempat tempat umum seperti di Car Free Day hari minggu pagi di jalan Slamet Riyadi, taman Balai Kambang Solo, dan minggu pagi di komplek olah raga Stadion Manahan Solo.

– Pembuatan film indie musikalitas anak berdurasi 30 menit. Untuk proses pembuatan film ini kami akan bekerjasama dengan musisi musik, film maker atau komunitas film indie, studio rekaman, dan lain sebagainya. Selain itu proses kreatif yang sedang dalam proses adalah pembuatan naskah atau scripting, pembuatan syair dan aransemen lagu, membuat konsep seting lokasi dan properti, kostum dan lain sebagainya.

– Pembuatan album rekaman lagu anak anak. Rumah Baca “Teratai” merencanakan minimal akan memproduksi dua album lagu anak. Yang pertama adalah album rekaman lagu dolanan anak jawa dan yang kedua album rekaman lagu anak anak ciptaan Lik Wondo (salah satu personil group keroncong BGW’SS). Untuk album pertama kami akan bagikan gratis karna album pertama ini adalah sebuah karya pelestarian budaya yang sudah mulai langka dan untuk album kedua kami akan komersialkan atau di jual ke publik.

Dari seluruh proses ini kami sepenuhnya akan di dukung oleh Group Teater Anak Semut Abang, mas Oke, mas Jack dari Javaholic Record, beberapa musisi lokal, mas Agung dan mas Arief dari ArtNindya dan beberapa personal yang baik terlibat langsung maupun tidak langsung di dalam proses kreatifitasnya.

Pelatihan vokal ini sudah berjalan sejak tanggal 27 Agustus 2014. Latihan di adakan dua kali dalam seminggu. Dikarenakan Rumah Baca “Teratai” tidak ada tempat yang memadai untuk berlatih dan kesulitan menyediakan tempat dikarenakan di kampung Dadapsari Sangkrah Solo tidak ada atau tidak tersedianya ruang publik yang dapat digunakan maka kami berusaha memintakan ijin kepada pihak sekolah SDN Dadapsari Sangkrah Solo untuk dapat digunakan sebagai tempat latihan anak anak. Selain di lokasi sekolah SDN Dadapsari kami juga mendapat ijin untuk menggunakan halaman depan rumah dari mas Prihandika Jodi. Jumlah peserta pelatihan ini mencapai 30 anak anak.

Previous post

Teater Anak Semut Abang

Next post

Alat Peraga Edukasi Anak

admin-web