Tidak semua orang memiliki akses ke pusat pusat hiburan seperti pergi ke bioskop. Bagi keluarga menengah ke bawah hiburan seperti menonton film ke bioskop di benak mereka adalah suatu hal barang yang mewah dan mahal biayanya. Atas dasar pemikiran demikian maka Rumah Baca “Teratai” memberikan tontonan gratis bagi anak anak di kampung Sangkrah Solo dengan memutarkan film anak dengan menggunakan proyektor. Acara tontonan gratis ini dilaksanakan sebulan sekali. Tujuannya tentulah untuk memberikan hiburan kepada warga masyarakat khususnya anak anak.

Konsep sederhana dari acara nonton bareng ini ternyata cukup membuat anak anak kampung Sangkrah terhibur, hal tersebut terpancar jelas di wajah anak anak. Dengan duduk lesehan bersama sama menggunakan tikar dan karpet mereka menyaksikan film dengan gembira, terkadang terdengar suara sendau gurau diantara mereka, guyonan khas anak anak. Tidak hanya anak anak saja yang turut menyaksikan film yang diputar, orang orang dewasa pun turut senang menyaksikan film yang diputar.

Kegembiraan anak anak semakin komplit dengan pembagian gizi berupa susu dan biskuit yang mengandung kaya akan vitamin. Dengan camilan yang sehat anak anak semakin asyik di dalam menonton film. Rumah baca memanfaatkan momentum nonton bareng film anak ini dengan membagikan gizi untuk anak.

Untuk jenis film yang diputar, kami memastikan film yang akan diputar tidak mengandung kekerasan, pornografi, atau tidak sesuai dengan adat ketimuran kita sebagai orang indonesia khususnya orang jawa. Sebisa mungkin kami mencarikan film film yang mengandung pendidikan dan wawasan untuk anak.

Dana untuk membeli gizi untuk anak, kami mendapatkan bantuan setiap bulannya dari teman teman kami dari Yogyakarta. Teman teman perorangan yang sangat mendukung program program kegiatan yang kami laksanakan. Sedangkan untuk proyektor kebetulan kami mendapatkan pinjaman dari pihak kelurahan. Pada waktu awal awal program kegiatan nonton bareng ini dilaksanakan, kami menyewa proyektor.

Untuk lokasi pemutaran film kami menggunakan badan jalan kampung, tentu ini sedikit agak menganggu akses jalan masuk kampung karna jalan yang biasa untuk aktifitas warga kami gunakan untuk acara nonton bareng dari jam 19.00 hingga jam 21.00 WIB. Penggunaan badan jalan untuk acara ini dikarenakan tidak adanya atau tidak tersedianya ruang publik yang bisa digunakan. Semoga di waktu waktu ke depan kami memiliki tempat tersendiri sehingga tidak lagi mengganggu aktifitas warga.

Previous post

Wokshop Citizen Jurnalisme

Next post

Kidung Surakartan

admin-web