Rumah Baca “Teratai” kampung Sangkrah Solo selain melaksanakan pelatihan pelatihan pengembangan potensi dan bakat anak anak kampung Sangkrah Solo, kami juga melakukan pengangkatan potensi yang telah lama berkembang di tengah tengah masyarakat ke dalam bentuk album rekaman musik keroncong. Salah satu potensi yang dimiliki oleh kampung Sangkrah adalah group musik keroncong BGW’SS (Ben Gadon Wae Sangkrah Solo).

bgw-THUMB

Awal ketertarikan kami berawal dari pembicaraan ringan di bulan Maret 2014 dengan Lik Wondo salah satu dari personil BGW’SS, beliau menceritakan mengalami kesulitan untuk mendokumentasikan karya cipta lagu lagu keroncong yang telah beliau ciptakan. Lagu lagu keroncong ciptaan Lik Wondo jumlahnya sudah mencapai puluhan. Seluruh anggota group keroncong telah lama sangat menginginkan lagu lagu ciptaan mereka untuk di rekam di studio musik. Kendala utama mereka saat itu adalah pendanaan. Hal ini sangat disayangkan karna kekayaan intelektual dalam bidang berkesenian terganjal oleh permasalahan klasik yaitu masalah dana. Setelah kami memahami permasalahan yang dihadapi maka kami mengambil beberapa langkah yang diperlukan untuk mewujudkan album rekaman musik keroncong. Kami segera menghubungi beberapa teman yang ahli dibidangnya, yang sekiranya bisa membantu di dalam proses pembuatan atau penggarapan album rekaman musik keroncong. Salah satu yang sangat antusias membantu adalah bapak Joko pemilik dari Studio Javaholic Record.

Maka kami meminta group musik keroncong BGW’SS untuk memainkan lagu lagu mereka dengan mengundang teman kami Bapak Joko pemilik dari Studio Javaholic Record untuk mendengarkan langsung lagu lagu  ciptaan mereka. Setelah melakukan diskusi panjang maka akhirnya lagu lagu mereka layak untuk di buatkan album rekaman di Studio Javaholic Record milik bapak Joko yang lebih akrab kami panggil mas Jack.

Selanjutnya kami menghubungi beberapa musisi pendukung untuk membantu di dalam proses musikalitas group keroncong BGW’SS. Proses kreatifitas ini dilaksanakan selama satu bulan penuh di bulan Maret 2014 dan di lanjutkan proses rekaman di studio Javaholic Record di bulan April 2014. Beberapa musisi pendukung yang bersedia membantu mbak Nevi (vokal), mbak Yunita (vokal) dan mas Sapto (flute). Kolaborasi dengan beberapa musisi pendukung ini semakin membuat karya karya keroncong dari group keroncong BGW’SS semakin luar biasa hasilnya.

Pada tanggal 17 Mei 2014, proses pengambilan gambar video klip dilaksanakan dengan mengambil lokasi di kampung Sangkrah Solo tepatnya di depan Rumah Baca “Teratai”. Pertimbangan kami untuk mengambil lokasi di kampung Sangkrah karena ini dikembalikan ke niatan awal kami bahwa kami berniat untuk mengangkat potensi berkesenian masyarakat kampung Sangkrah Solo. Kami mengundang seluruh masyarakat kampung Sangkrah Solo untuk terlibat langsung di dalam pembuatan video klip lagu lagu keroncong ciptaan BGW’SS. Pada kesempatan tersebut selain di hadiri oleh masyarakat kampung Sangkrah, juga dihadiri oleh beberapa tokoh tokoh masyarakat. Proses pembuatan video klip ini kami konsep kerakyataan dengan seting lokasi yang penuh keakraban dan merakyat khas masyarakat Solo.

Untuk proses kreatif pembuatan album rekaman lagu keroncong ini kami juga dibantu oleh mas Agam Sunandar dari Jakarta. Mas Agam memberikan sentuhan seninya dengan membuatkan vector seluruh personil group keroncong BGW’SS pada cover album rekaman musik keroncong BGW’SS.

cover-bgwss

Setelah proses editing video klip dan mixing lagu selesai dilaksanakan di studio Javaholic Record selama bulan Mei 2014. Maka dilakukan permintaan ijin lulus sensor ke Badan Sensor Film di Jakarta (BSF) sebagai salah satu syarat untuk menggandakan keping vcd original. Setelah urusan perijinan selesai kami dapatkan, maka masuklah pada proses penggandaan sebanyak 1000 (seribu) keping VCD Karaoke original.

Demikian cerita singkat kami di dalam proses mengangkat salah satu potensi masyarakat kampung Sangkrah Solo. Ke depan kami akan mengangkat potensi potensi lain yang berada di masyarakat. Pada kesempatan ini kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam bentuk apapun, di dalam pembuatan album rekaman musik keroncong BGW’SS.

Rumah Baca “Teratai” pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat kampung Dadapsari Sangkrah Solo, mas Jack dari Javaholic Record Solo, mbak Nevi, mbak Yunita, mas Sapto, Mas Agam, mas Agung Artnindya Solo, mas Arif Artnindya Solo, seluruh personil Artnindya Solo, ibu Ellen Hidayat Jakarta, ibu Ira Hassa Makassar, ibu Tely Edi Haris Jakarta, bapak Marwoto Adi Jakarta, mas Rahmad Setiadi, mas Puguh Jakarta, mas Haryo Rahmadani Jakarta, mas Aryo Budi Maniko Solo, mas Eba Muttaqin Tanjung Fatah Ponorogo, mas Dian Saikti Kusumo Solo, mas Langgeng Jatmiko Solo, mas Abu Bakar Aidid Sukoharjo, dan tentunya masih banyak sekali yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu disini. Kami mohon maaf apabila kami salah dalam penulisan nama dan lokasi. Kami mohon maaf yang sebesarnya pula jika kami lupa untuk menuliskan seluruh donatur. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya dan setinggi tingginya. Semoga Tuhan Allah selalu menyertai langkah kita semua. Amin.

Previous post

Aksi Sosial Bagi Nasi Bungkus dan Selimut

Next post

Internet untuk Rakyat

admin-web